Rabu, 16 April 2014

Gerakan-gerakan dalam Sholat yang sangat berpengaruh terhadap Otak. http://sapidinislamku.blogspot.com/


Assalamualaikum wr.wb
Sholat yang merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan disetiap hari, ternyata banyak sekali pengaruhnya terhadap kesehatan dan perkembangan kebaikan otak manusia. Sholat adalah salah satu diantara aktivitas yang berpengaruh terhadap kebaikan otak (jasmani) sekaligus ruhani.
Gerakan-gerakan yang sangat berpengaruh terhadap Otak, diantaranya :
  • Ruku’
Rutinitas ruku’ sebanyak 17 kali dalam lima waktu sholat sehari semalam bermanfaat meningkatkan refleks, selalu siap sedia dalam berbagai keadaan. Dengan demikian, mekanisme pengaturan tekanan darah dan irama jantung akan terjaga. Suplaidarah ke otak yang meningkat saat melakukan gerakan ini juga mengoptimalkan oksigenasi sel-sel saraf ke otak sehingga fungsi sel-sel di otak (sebagai gudang memori dan pengendali kerja seluruh sitem dan organ tubuh) menjadi optimal.
Inilah esensi dari sabda Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri bahwa Alloh SWT tidak melihat seseorang hamba yang tidak menegakkan punggungnya antara ruku’ dan sujud,  akibat oksigenasi sel-sel saraf otak proses berpikir manusia dalam menentukan keputusan lebih jernih, mampu menimbang mana yang baik dan mana yang benar, sehingga sholat juga menjadi sarana untuk menjaga agar tetap berada di jalan kebenaran sesuai firman-Nya: “Dirikanlah sholat! Sesungguhnya sholat itu menghalangi perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45)
  • I’tidal.
I’tidal atau gerakan setelah ruku’ adalah gerakan kembali ke posisi tegak. Posisi ini membantu metabolisme otak dan jantung agar bekerja optimal. Oleh karena itu, dalam i’tidal aliran darah yang tadinya terfokus di kepala setelah ruku’ akan turun ke badan sesuai gravitasi.
Gerakaan takbir bersamaan dengan menegakkan badan saat i’tidal menyebabkan stimulus pada cabang besar saraf di bahu-ketiak yang merupakan cabang saraf yang melayani organ jantung, paru-paru dan sebagian organ pencernaan, ketika mengangkat kedua lengan, paru-paru akan mengembang sehingga dapat meningkatkan masuknya oksigen. Saat kedua lengan bergerak turun untuk kemudian berada di samping kanan dan kiri badan, sisa pembakaran atau metabolisme yang bermuatan negatif dikeluarkan bersamaan dengan hembusan nafas.
  • Sujud.
Gerakan sujud akan membuat otot dada dan otot sela iga menjadi kuat sehingga rongga dada bertambah besar dan paru-paru berkembang dengan baik sehingga dapat menghisap udara. Lutut yang membentuk sudut yang tepat memungkinkan otot-otot perut berkembang dan mencegah kegombyongandi bagian tengah. Gerakan sujud ini juga menambah aliran darah ke bagian atas tubuh terutama kepala (mata, telinga, hidung) serta paru-paru dan memungkinkan dibersihkannya toksin-toksin oleh darah.
Bagi wanita hamil gerakan sujud ini juga bermanfaat mempertahankan posisi janin yang sudah benar, mengurangi tekan darah tinggi, menambah elastisitas tulang, menghilangkan egoisme dan kesombongan. Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Alloh SWT. sehingga akan menghasilkan energi bathin yang tinggi di seluruh tubuh. Posisi ini menunjukkan ketundukkan dan kerendahan hati tertinggi (menyerahkan diri). Maka itu tak heran jika mulanya seorang sholat dalam keadaan lelah, mengantuk dan lemas akan kembali segar setelah sujud.
  • Duduk di antara dua sujud.
Duduk tachiyat pertama disebut duduk iftiros atau duduk di antara dua sujud. Pada posisi ini otot-otot pangkal paha yang di dalamnya ada salah satu saraf pangkal paha yang besar yaitu di atas rumit kaki berfungsi sebagai penyangga. Gerakan ini menyebabkan otot-otot di bagian ini terpijit (refleksi). Pijatan ini bermanfaat melindungi diri dari penyakit syaraf pangkal paha (neuralgi) yang terasa sakit dan nyeri sehingga kaki tidak dapat digerakkan, juga membantu meregangkan cabang saraf tulang belakang, segmen dada dan punggung bagian bawah serta pinggul. Tulang ekor sebagai tempat keluar cabang saraf juga akan meregang.
Pada posisi ini serabut saraf pinggang ke-2 dan 3 (daerah paha isi dalam), daerah tulang kering dan segmen ekor ke-1 (punggung kaki) akan terstimulasi (refleksi). Segmen saraf ini melayani organ liver, ginjal, usus, saluran pembuangan (dubur), kelenjar prostat (laki-laki), rahim (perempuan), penis dan vagina sehingga gerakan ini kemungkinan besar dapat mengoptimalkan kinerja organ-organ tersebut.
Organ-organ genetalia dan enzim pencernaan juga akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencerna dan mengolah material makanan untuk kemudian menyerapnya sesuai kebutuhan tubuh. Dengan demikian sisa-sisa pencernaan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan pada saat buang air besar.
  • Tahiyatul akhir.
Dari sisi kesehatan nyata, gerakan salam juga merangsang refleksi di kanan kiri leher sehingga bisa mengendalikan tekanan darah dan irama jantung. Inilah bagian dari relaksasi penutup exercise lahir bathin yang dilakukan dalam sholat.
Demikianlah diantara uraian tentang otak, potensi dan kelebihannya serta perhatian Alloh terhadap nikmat otak tersebut. Semoga dengan mengetahui ini akan bisa membuat kita lebih “SYUKUR” terhadap nikmat Alloh yang bernama otak tersebut, selanjutnya akan mendapat tambahan “nikmat” dari-Nya melalui penggunaan otak secara maksimal.
Wassalamualaikum wr.wb
  Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat


Assalamualaikum wr.wb
Syukur alhamdulillah pembaca setia batararayamedia.com masih setia menyempatkan waktunya untuk membaca artikel menarik ini. Sebentar lagi semua kaum mukmin akan melaksanakan kewajiban shaum di bulan yang penuh berkah yakni Bulan Ramadhan. Sebagai kaum mukmin Bulan Ramadahan ini menjadi kesempatan untuk kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala dan menjauhi segala larangan Allah swt. serta tentunya untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta yakni  Allah swt. salah satunya dengan menumbuhkan rasa Khusyu dalam Shalat. Semoga dengan meningkatkan kekhusyuan kita dalam mengerjakan shalat, puasa kita akan lebih affdol  serta pahala yang di dapat akan semakin berlimpah. Amin..
Sebagai mukmin tentu ingin mengerjakan shalat sesuai yang dikehendaki oleh Allah swt yang memerintahkan shalat wajib lima waktu. Yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan shalat adalah :
  1. Tumbuhnya keikhlasan.
  2. Bertakwa kepada Allah
  3. Mengingat Allah
Tumbuhnya keikhlasan ditandai dengan keikhlasan beribadah kepada Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, dan mengerjakan segala sesuatu yang diridhainya. Ketaatan kepada Allah berarti tumbuhnya keinginan bagi orang yang mendirikan shalat untuk melaksanakan perintah Allah dan menghentikan semua larangan-larangan-Nya. Dengan shalat seorang akan selalu mengingat Allah, karena bacaan dari shalat tediri dari tasbih, tahmid, takbir, do’a serta dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah.
Mengerjakan shalat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia telah merasakan bahwa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah karena itu berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-laranga-Nya.
Rasa khusyu ini tentunya berpusat di dalam hati sanubari yang termanifasikan dalam gerak anggota badan, pikiran dan perhatian. Rasulullah saw pernah menegur seorang sahabat yang suka mengelus-elus janggutnya sedangkan ia sedang shalat. Rasulullah menjelaskan bahwa rekannya itu tidak khusyu dalam mengerjakan shalat. Selanjutnya Rasulullah saw bersabda bahwa kalau hatinya khusyu maka anggota badannya akan khusyu pula.
Ahmad Ali Ash Shabuni dalam Mukhtashar Tafsir Ibni Katsir menerangkan bahwa sikap khusyu dalam shalat adalah dengan melempar pandangan ke arah tempat sujud dan khusyu akan tercapai dengan mengosongkan hati hanya untuk shalat. Orang yang menjalankan shalat akan memperoleh “ketenangan hati” dan “penyejuk hati”.
Dengan demikian maka shalat itu dikerjakan dengan memahami arti bacaan dalam shalat, selalu ingat kepada Allah dan takut akan ancaman-Nya, memanjatkan do’a hanya kepada Allah dengan sepenuh hati dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan merasakan suatu kenikmatan beribadah.
Wassalamualaikum wr.wb
Redaksi BRM.
*) oleh Muzhoffar Akhwan


Assalamualaikum wr.wb
Syukur alhamdulillah pembaca batararayamedia.com masih setia menyempatkan waktunya umtuk mengunjungi artikel-artikel kami yang Insya Allah bermanfaat bagi khalayak banyak. Kali ini saya akan membahas artikel tentang Islam. Islam yang dibahas kali ini yaitu Islam agama yang Universal. Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kapada para Rasul-Nya, sejak Nabi Adam a.s. hingga yang terakhir Nabi Muhammad s.a.w., untuk memberi pedoman hidup kepada umat manusia yang menjamin akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. adalah agma Allah yang terakhir, yang telah disempurnakan, yang merupakan ni’mat Allah terbesar kepada umat manusia dan yang merupakan agama yang diridhai-Nya menjadi anutan seluruh bumat manusia serta dinyatakan sebagai agama rahmat bagi semesta alam.
Setelah diturunkannya agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. itu, maka agama yang pernah di ajarkan oleh para Nabi sebelumnya yang ditujukan kepada kaumnya masing-masing telah diganti kedudukannya oleh agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. seluruh umat manusia wajib menganut agama Islam yang telah disempurnakan itu . dalam rangka tanggung jawab manusia kepada Allah; Allah memberikan kebebasan kepada umat manusia untuk beriman atau kafir. Islam yang dibawakan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai agama yang telah disempurnakan itu wajib dida’wahkan kepada seluruh umat manusia di manapun dan kapanpun. Tetapi di dalam menda’wahkannya tidak boleh dengan cara paksaan, sebab beragama hanya akan bermakna jika di dasarkan atas kesadaran, bukan dengan paksaan dan bukan juga bersifat tradisional. Oleh karenanya adalah menjadi kewajiban juru da’wah, juru penerang agama, para pendidik dan para pengajar untuk menanamkan keyakinan Islam secara sadar sehingga hidup beragama dapat dirasakan sebagai suatu kenikmatan dan mengamalkan ajaran-ajarannya dirasakan sebagai kepuasan.
Islam agama yang universal, dari sekian banyak bukti tentang universalitas Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. yang paling relevan disajikan adalah ciri-ciri dan materi ajaran-ajarannya, dengan melalui perbandingan sebagaimana ditempuh oleh al-Qur’an, dengan secara filosofis sebagaimana diisyaratkan dalam banyak ayat al-Qur’an yang menggugah pengguna akal fikiran untuk memahami ajaran Islam dan dengan cara empirik ilmiah (bagi para ahlinya) sejalan dengan banyak ayat-ayat al-Quran tentang al-kaun atau kosmos.
Wassalamualaikum wr.wb
Redaksi BRM.



Assalamualaikum wr.wb
     Alhamdulillah kali ini saya akan menjelaskan artikel tentang Sikap Tenang Dalam Menghadapi Segala Musibah dan Cobaan.
       Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman sahabat saya yang saya perhatikan dalam menyikapi segala cobaan atau ujian selalu dengan tenang. Menurutnya “tenang itu bagus, terlalu tenang jangan”.

      
Sebelum saya menjelaskan artikel tentang sikap tenang dalam menghadapi segala musibah dan cobaan terlebih dahulu saya ucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah swt. yang telah memberikan kesempatan saya untuk menyelesaikan artikel ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada sahabat saya yang telah menginspirasi saya untuk membuat artikel ini.
         Tenang disini menunjukan pribadi yang kuat dan mantap. Tenang merupakan tanda bagi manusia yang sadar dan beradab. Kebalikannya adalah manusia yang gampang marah karena sebab yang remeh dan mudah terpancing karena hal yang sepele menunjukkan manusia yang lemah kepribadian, akal dan kehendaknya.
      Dengan sikap ini, Allah swt.  akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah swt memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya.
       Meskipun Allah swt. dengan hikmah-Nya yang Maha Sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah swt. dalam menghadapi musibah tersebut. Di samping akan semakin menguatkan ketabahannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah swt dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya.
      Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah swt. jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah swt.
        Mengapa kita sebagai orang Mukmin harus mendapatkan musibah dan cobaan ?
       Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya.
     Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang Mukmin kepada-Nya, karena Allah swt mencintai hamba- Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang.
    Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah swt. sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan dunia Allah swt. menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.
      Beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk bersikap tenang dalam menghadapi segala musibah dan cobaan.
Pertama, memiliki ilmu yang benar.
Kedua, kita harus yakin kepada Allah swt.
Ketiga, kuasai diri dengan sebaik-baiknya.
Keempat, sempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan pertolongan-Nya.

“Di balik cobaan pasti ada hikmah-Nya”
       Wassalamulalaikum wr.wb
Redaksi BRM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar